Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2013

Ayam cemani dikenal memiliki harga yang mahal, namun budidaya ayam cemani baru dilakukan oleh sebagian masyarakat di daerah tertentu, warna hitam tidak selamanya kelam, mungkin itu salah satu kalimat yang bisa dipakai untuk mengatakan pada Ayam Cemani. Warna Hitam pada Ayam Cemani justru menjadi pertanda cerahnya masa depan pemilik Ayam cemani. Ini bukan karena mistis atau kesaktian Ayam cemani hitam legam tersebut, tetapi karena harga Ayam Cemani yang Hitam legam sangat tinggi bisa mencapai jutaan rupiah. Tak heran jika ini menjadi keuntungan tersendiri bagi peternak ayam cemani. Sehingga banyak peternak menekuni Budidaya Ayam Cemani ini. Harga ayam cemani sangat bervariasi tergantung pada kualitasnya, kualitas Ayam cemani yang baik dinilai berdasarkan tingkat kepekatan warna hitam di seluruh tubuh, mulai dari bulu, kulit,kaki, kuku,lidah, tulang dan darahnyapun hitam. Harga ayam cemani standard berkisar antara 150 ribu hingga 500 ribu untuk ukuran dewasa, sedangkan untuk cemani super tidak ada batasnya bisa mencapai jutaan rupiah.

Kabupaten Temanggung khususnya Kedu dan sekitarnya sudah sejak lama terkenal dengan Ayam Kedu dan Cemani. Banyak peternak Cemani baik perorangan maupun kelompok membudidayakan ayam jenis ini. Selain itu ada yang memang menekuni bisnis ayam cemani ini sebagai pekerjaan pokok, tetapi lebih banyak lagi bisnis ayam cemani sebagai usaha sampingan. Tak heran jika banyak pedagang dari daerah lain mencari bibit maupun ayam cemani dewasa ke kawasan ini.

Peluang usaha budi daya ayam cemani sebenarnya cukup terbuka bagi siapa saja yang ingin menekuninya. Permintaan pasar ayam cemani cukup terbuka dan pola pemeliharaannya juga relatif mudah. Pemeliharaan ayam cemani sama dengan pemeliharaan ayam kampung biasa, bisa dibudidayakan dengan model bateray, kandang terbatas maupun dibiarkan bebas berkeliaran di luar.

Permintaan pasar akan ayam cemani dimulai dari telur, DOC, anakan ayam cemani di segala umur dan Ayam cemani dewasa dengan harga yang bervariasi. Telur ayam cemani di daerah Temanggung dihargai Rp 10.000 per butirnya, sedangkan DOC ayam cemani dibandrol harga Rp. 20.000. Anakan Ayam Cemani usia dua bulan sekitar 50 ribu rupiah per ekornya tergantung kualitasnya. Potensi pasar ini membuka peluang bagi peternak untuk memilih model peternakannya.

Tata Cara Pemeliharaan Dan Budidaya Ayam Cemani

Budidaya ayam cemani relatif mudah, hanya butuh ketelatenan saja. Ayam cemani kecil sangat rentan terhadap kematian terutama pada suhu yang rendah. Untuk mengantisipasinya pemeliharaan DOC sampai usia satu bulan ditempatkan pada kandang Box yang diberi lampu pijar. Lampu pijar akan membantu menjaga suhu ruangan tetap hangat. Pada pagi hari box anakan Ayam Cemani ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari dan diletakkan pada tempat yang relatif teduh jika matahari mulai terik.

Makanan ayam cemani pada usia muda adalah konsentrat starter dengan pemberian pakan setiap kali ayam lapar, semakin banyak anakan cemani mengkonsumsi makanan semakin cepat pertumbuhannya asal jangan sampai terlalu gemuk. Setelah Usia satu bulan pakan sudah mulai dicampur dengan makanan lain seperti bekatul, nasi aking dan campuran makanan yang ada di sekitar kita. Pemberian campuran ini untuk menghemat pakan konsentrat, karena menurut pengalaman peternak ayam cemani pertumbuhan ayam cemani dengan pakan konsentrat murni dan campuran tidak ada perbedaan yang significant, dari segi ekonomis kurang menguntungkan.

Dengan bertambahnya usia ayam cemani bertambah pula ukuran tubuh dan jumlah bulu-bulunya, ayam sudah harus mulai dipindah pada kandang yang lebih luas. Pemanasan dengan lampu pijar disesuaikan dengan kebutuhan, jika suhu tidak terlalu dingin bisa ditiadakan. Kandang yang terlalu sempit akan mengganggu pertumbuhan dan membuat kandang menjadi lembab. Kandang yang lembab akan berpotensi mendatangkan bibit penyakit. Penempatan kandang hendaknya terpisah dari pemukiman dan terkena sinar matahari yang cukup terutama pada pagi hari. Karena itu pada Pola budidaya ayam cemani diusahakan kandang menghadap ke arah timur.

Pada pemeliharaan ayam cemani dewasa pemberian pakan sudah diatur satu hari dua kali, dengan makanan berupa konsentrat petelur, jagung giling , bekatul dan campuran makanan lainnya. Kandang juga sudah bukan lagi berupa box tapi berupa kandang terbatas, kandang bateray, atau dibiarkan bebas berkeliaran. Pemberian konsentrat petelur ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan jumlah telur yang dihasilkan. Telur-telur yang dihasilkan ayam cemani bisa dieramkan dengan cara natural melalui indukan cemani, indukan ayam kampung atau indukan entok. Dengan cara yang lebih modern telur ayam cemani bisa dieramkan dengan menggunakan mesin tetas, dengan masa menetas 21 hari sama dengan ayam kampung biasa. Jika tertarik, Selamat mencoba. (Galeriukm).

Sumber : http://galeriukm.web.id/unit-usaha/peternakan/peluang-usaha-budi-daya-ayam-cemani

Minggu, 24 November 2013


Ikan gabus (channa) nyaris seluruh orang tahu, selain bisa sebagai konsumsi ikan ini belakangan juga dipelihara sebagai ikan hias karena coraknya yang bagus dan beragam. Dikarenakan mereka telah rasakan kelezatannya. ikan inipun mudah sekali didapat, dapat dibeli di pasar, apalagi di warung-warung lebih kurang area tinggalnya. tetapi apakah mereka ketahui asal-usul ikan tersebut. sudah pasti tidak seluruh orang tahu, terhitung langkah budidayanya. inilah yang dapat dikupas didalam artikel ini.

Masalah asal usul. nyatanya ikan gabus yaitu ikan asli indonesia. hidup di perairan sekitar kita, di rawa, di waduk serta di sungai-sungai yang airnya tenang. tetapi ikan gabus yang dapat dibeli di pasar-pasar serta warung-warung, kemungkinan besar dari kalimantan. dikarenakan pulau tersebut yang saat ini jadi pemasok terbesar untuk pasar-pasar seluruh indonesia. tetapi sayang, populasi ikan gabus di alam telah mulai menyusut, hingga budiadaya ikan ini butuh dikembangkan.


Lantas masalah langkah budidaya ikan gabus. nyatanya ikan inipun tidak sulit. tak perlu dengan pemijahan buatan, cukup hanya pemijahan alami. sudah pasti perihal ini dikarenakan dikarenakan ikan gabus telah akrab dengan perairan kita. di antara lembaga perikanan yang telah sukses yaitu balai budidaya air tawar mandiangin, kalimantan selatan. artikel inipun di ambil dari di antara leafletnya.
Tetapi sebelum saat mengupas perihal langkah budidayanya, alangkah tambah baiknya kita ketahui dulu perihal biologinya, terlebih habitat, rutinitas hidup, rutinitas makan serta sistematikanya. di kalimantan, ikan gabus banyak ditemukan di rawa-rawa tempat pedalaman, hidup di basic perairan yang dangkal, berbentuk carnivor atau pemakan daging, terlebih ikan-ikan kecil yang mendekatinya. ikan gabus berbentuk musiman, memijah pada musim hujan dari bln. oktober sampai desember.

Dengan sistematika, seorang pakar perikanan, kottelat ( 1993 ) memasukan kedalam :
kelas : pisces ;
ordo : labyrinthycy ;
famili : chanidae ;
genus : channa ;
spesies : channa striata ;

Persamaan kata dengan ophiochephalus striatus. ikan gabus mempunyai nama lain, yakni gabus isilah Indonesia, haruan adalah nama tempat kalimantan. namun didalam bhs Inggeri dimaksud snake head fish.

Membedakan jantan dan betina
Jantan serta betina ikan gabus dapat dibedakan dengan mudah. langkahnya dengan lihat sinyal tanda pada tubuh. jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah serta jika diurut keluar cairan putih bening. betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar serta lembek, apabila diurut keluar telur. induk jantan serta mesti telah meraih 1 kg.

Pemijahan
Pemijahan dikerjakan didalam bak beton atau fibreglass. langkahnya, siapkan sesuatu bak beton ukuran panjang 5 m, lebar 3 m serta tinggi 1 m ; keringkan sepanjang 3 – 4 hari ; masukan air setinggi 50 cm serta biarlah mengalir sepanjang pemijahan ; sebagai perangsang pemijahan, masukan eceng gondok sampai menutupi beberapa permukaan bak ; masukan masukan 30 ekor induk betina ; masukan juga 30 ekor induk jantan ; biarlah memijah ; ambillah telur dengan sekupnet halus ; telur siap untuk ditetaskan.

Untuk tahu berlangsungnya pemijahan dikerjakan pengontrolan tiap-tiap hari. telur berbentuk mengapung di permukaan air. satu ekor induk betina dapat membuahkan telur sejumlah 10. 000 – 11. 000 butir.

Penetasan telur
penetasan telur dikerjakan di akuarium. langkahnya : siapkan sesuatu akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm serta tinggi 40 cm ; keringkan sepanjang 2 hari ; isi air bersih setinggi 40 cm ; gunakan dua buah titik aerasi serta hidupkan sepanjang penetasan ; gunakan juga pemanas air sampai bersuhu 28 o c ; masukan telur dengan kepadatan 4 – 6 butir/cm2 ; biarlah menetas. telur dapat menetas kurun waktu 24 jam. hingga dua hari, larva tak perlu diberi pakan, dikarenakan tetap menaruh makanan cadangan.

Pemeliharaan larva
Pemeliharaan larva dikerjakan sesudah 2 hari menetas sampai berusia 15 hari, didalam akuarium yang sama juga dengan kepadatan 5 ekor/liter. berlebihan larva dapat dipelihara didalam akuarium lain. pada usia 2 hari, larva diberi pakan berbentuk naupli artemia dengan frekwensi 3 kali 1 hari. dari usia 5 hari, larva diberi pakan tambahan berbentuk daphnia 3 kali 1 hari, secukupnya. untuk melindungi mutu air, dikerjakan penyiponan, membuang kotoran serta sisa pakan serta ganti dengan air baru sejumlah 50 %. penyiponan dikerjakan 3 hari sekali, bergantung mutu air.

Pendederan
pendederan i ikan gabus dikerjakan di kolam tanah. langkahnya : siapkan kolam ukuran 200 m2 ; keringkan sepanjang 4 – 5 hari ; perbaiki seluruh bagiannya ; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm serta tinggi 10 cm ; ratakan tanah dasarnya ; tebarkan 5 – 7 karung kotoran ayam atau puyuh ; isi air setinggi 40 cm serta rendam sepanjang 5 hari ( air tidak dialirkan ) ; tebar 4. 000 ekor larva saat pagi hari ; sesudah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang sudah direndam tiap-tiap hari ; panen benih dikerjakan sesudah berusia 3 minggu.

-->
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!